
(doc: twinagencydotcom)
Sudah beberapa tahun belakangan ini saya merasakan ada sesuatu yang lain tentang cara saya memandang dan menilai umur saya dan orang-orang di sekitar saya. Entah ini suatu kelainan atau bukan, yang jelas saya menilai umur saya lebih muda dibanding umur saya yang sebenarnya (bukan karena kesalahan menghitung umur). Akibatnya saya menilai umur orang-orang di sekitar saya lebih tua daripada umur mereka yang sebenarnya. Jika dibandingkan dengan umur saya menurut tanggal lahir, saya merasa berusia lebih muda sekitar 8 tahun. Hal ini sangat terlihat pada bagaimana saya menilai umur seorang Mahasiswa di kampus, dimana saya menilainya lebih tua dari saya padahal dia berumur 6 tahun lebih muda dari saya.
Secara tidak sengaja saya pernah menerjemahkan sebuah jurnal kedokteran tentang “Perceived Age”, yakni bagaimana seseorang menilai (mempresepsi) umurnya sendiri dan umur orang lain lebih muda atau lebih tua dari umur yang sebenarnya. Dari sini saya mulai menyadari bahwa ternyata saya tidak sendiri di dunia yang mengalami hal demikian. Di blognya, Pat menulis sebuah postingan bagaimana dia mempersepsi usianya sekitar 35 tahun padahal sebenarnya dia telah berumur 62 tahun. Begitu juga dengan Ibunya yang mempersepsi usianya masih 50 tahun sementara usia sesungguhnya adalah 89 tahun. Hal serupa dilami oleh penulis blog Evansmom yang tidak pernah menyadari bahwa ternyata sekarang ia telah menginjak usia tua.
Perceived Age dalam Dunia Kedokteran
Menurut penelitian, dokter sering menggunakan Perceived Age (usia yang dipersepsi) sebagai sebuah indikasi umum untuk kesehatan pasien. Dalam sebuah penelitian terbaru, yang meneliti 1826 orang kembar di Denmark yang berusia 70 tahun keatas ditemukan bahwa perceived age (usia yang dipersepsi) terkait signifikan dengan kelangsungan hidup yang lebih lama. Perceived Age juga berkorelasi dengan fungsi fisik dan kognitif serta panjang telomerasi leukosit. Juga ditemukan bahwa semakin besar perbedaan perceived age untuk pasangan kembar, semakin besar kemungkinan yang lebih dipersepsi lebih tua meninggal lebih dulu. Para peneliti menyimpulkan bahwa perceived age yang didasarkan pada foto wajah merupakan biomarker yang kuat untuk penuaan dan ini juga berkorelasi dengan karakteristik-karakteristik yang terkait usia. (Sumber)
Seorang blogger asal Amerika menuturkan di blognya bahwa ketika anak perempuannya merayakan ulang tahunnya yang ke-26 dia merasa kaget dan bertanya pada dirinya: “Bagaimana bisa saya sudah setua ini dan punya anak yang sudah seumur itu?”. Umurnya yang dia persepsi tidak sesuai dengan umurnya yang sebenarnya. Dia mempersepsi umurnya jauh lebih mudah dibanding umur sesuai tanggal lahirnya.
Bagaimana dengan Anda? Sesuaikah umur Anda yang sebenarnya dengan umur yang Anda persepsi?


Masdin Reply:
May 19th, 2010 at 9:30 pm
Artinye suka marah bisa menyebabkan cepat tua yah. Sebaliknya murah senyum dan suka tertawa dapat membuat lebih muda terlihat. Makan ulaman boleh juga dicuba.
[Reply]
Aldy Reply:
May 20th, 2010 at 12:50 am
Terlalu banyak senyum justru membuat kerut diwajah cepat kelihatan.
[Reply]