Postingan ini merupakan amanah yang saya dapat dari Eyang Red dan Kang Ian, dalam rangka kampanye SEO positif untuk membersihkan keyword “Anak SMP” di search engine karena sebelum kampanye ini berlangsung ketika seseorang mengetikkan keyword “anak SMP” di search engine khususnya google maka hasil pencarian yang keluar cenderung mengarah ke situs-situs pornografi yang memang menargetkan keyword “anak SMP” ini. Karena itu keyword “anak SMP” ingin coba dibersihkan agar hasil pencarian yang keluar dengan keyword ini tidak lagi mengarah ke situs-situs pornografi tetapi mengeluarkan hasil pencarian yang relevan.

Lalu apa hubungannya dengan nostalgia anak SMP? Intinyakan dalam kampanye ini semua postingan mengandung keyword “Anak SMP” di judul dan di dalamnya dipenuhi dengan keyword “anak SMP“, jadi terserah mau ngebahas tentang apa. Saya pilih bernostalgia dengan kenangan masa-masa SMP saya di kampung dulu. smug

Jarak sekolah dari rumah sekitar 6 km. Setiap paginya saya berangkat ke sekolah dengan sepeda terkadang beriringan dengan teman-teman lainnya karena saat itu desa kami tidak memiliki angkutan transportasi khusus. Separuh jalanan yang kami tempuh adalah jalanan kerikil berbatu dan separuhnya lagi aspal kasar. Sekalipun rumah saya begitu jauh jaraknya tetapi yang saya ingat jarang sekali ada siswa lain yang mendahului saya memasuki pagar sekolah, bahkan sering saya harus menunggu satpam untuk membuka pintu kelas happy. Saya takut sekali jika terlambat, takut dimarahi guru pastinya dan takut ketinggalan pelajaran di kelas. Tetapi terkadang kondisi dalam perjalanan menyebabkan saya terpaksa harus terlambat seperti jika hujan, ban sepeda bocor, dan jatuh dari sepeda.

Tidak ada kenangan yang begitu istimewa selama jadi anak SMP, kecuali ada satu hal yang sangat berkesan. Hari itu adalah hari pengumuman kelulusan tes masuk SMP. Karena masih baru jadi belum ada satupun siswa lain yang saya kenal. Saat berdiri antri berdamping-dampingan menanti pengumuman kelulusan, tiba-tiba di samping saya berdiri seorang siswa juga. Entah kenapa saya langsung mengulurkan tangan dan mengajak berkenalan. Alangkah terkejutnya diriku ketika dia menyebut namanya yang sama persis seperti namaku. Ah, sungguh suatu kebetulan yang sangat kebetulan. Jadilah teman pertama yang kukenal di SMP adalah orang yang namanya sama persis seperti namaku. Dan ternyata tidak sampai di situ, kebetulan-kebetulan berikutnya yang sehubungan dengan namaku terus berlanjut sampai SMA hingga kuliah seperti yang pernah saya tulis di My Name is Masdin not Mas Din.

Selanjutnya saya tidak menunjuk rekan-rekan blogger untuk berpartisipasi dalam kampanye ini. Jika ingin turut berpartisipasi membersihkan keyword “anak SMP” silakan sahabat menulis posting semacam ini di blog sahabat masing-masing.