Seperti yang diperkirakan, Presiden Obama akhirnya angkat bicara soal rencana pembakaran alquran oleh sebuah gereja kecil di Gainesville. Presiden Obama mengkritik tajam rencana pastor tersebut untuk membakar alquran pada peringatan tragedi 11 September, dengan menyebut tindakan tersebut sebagai ancaman bagi kehidupan para tentara Amerika di Afghanistan dan Irak dan melanggar prinsip-rinsip toleransi beragama.

“Jika dia mendengar, saya hanya berharap dia memahami bahwa apa yang dia rencanakan itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kita sebagai orang Amerika,” papar Obama dalam sebuah wawancara yang disiarkan dalam ABC’s Good Morning Amerika, beberapa jam yang lalu seperti dikutip Masdinsite dari New York Times (Kamis 09/09/2010). Obama menganggap Terry Jones, pemrakarsa pembakaran alquran, sebagai orang yang berada di luar koridor AS.

“Sebagai pimpinan tertinggi bagi pasukan-pasukan bersenjata di Amerika Serikat, saya hanya ingin dia mengerti bahwa apa yang ia rencanakan bisa sangat membahayakan warga laki-laki dan perempuan kita yang ada di Irak, yang ada di Afghanistan.”

Obama mengatakan bahwa pembakaran alquran akan menjadi “ajang perekrutan anggota baru untuk al Qaeda” dan kelompok-kelmpok teroris lain yang mencari orang-orang yang ingin “meledakkan diri mereka sendiri” di Amerika atau negara-negara Eropa.

Pernyataan Obama ini merupakan pernyatan paling kuat sejauh ini diantara sejumlah kritikan yang diajukan oleh para pemuka politik dan agama. Apa yang disampaikan presiden Obama ini memang ada benarnya, pembakaran alquran justru akan membakar semangat “jihad” para muslim, dan hal ini dengan mudah dapat dimanfaatkan oleh golongan-golongan islam radikal seperti AlQaeda dan para teroris untuk merekrut “relawan-relawan” baru.

Lalu bagaimana respons Pastor Terry Jones menanggapi pernyataan Obama ini? Kita nantikan saja pada udate berita selanjutnya.