Ketegangan memuncak seiring semakin dekatnya tanggal 11 September, hari untuk memperingati runtuhnya gedung kembar WTC di USA 9 tahun silam yang menelan banyak korban. Ketegangan yang timbul dipicu oleh adanya rencana terang-terangan dari sebuah kelompok gereja (The Dove World Outreach Center) di Gainesville, Florida, USA, untuk menjadi penyelenggara “Hari Membakar Satu Al-Quran Sedunia” (satu alquran satu orang) bertepatan dengan peringatan serangan 11 September yang ke-9 tahun ini. Inisiatif Hari Membakar satu Al-Quran Sedunia atau “International Burn a Quran Day” oleh gereja yang dikepalai oleh Pastor Terry Jones ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai “religion of devil” dan untuk mengenang para korban 11 September. Jones telah membuat channel di Youtube untuk menyalurkan pesan-pesannya dan telah membuat sebuah fanpage di Facebook yang telah menggalang ribuan pendukung. Fanfage ini mengajak umat kristen untuk membakar kitab suci umat Islam di gereja tersebut mulai dari jam 6 sore sampai jam 9 malam.(CNN)
Untuk memperjelas masalah ini dan bagaimana perkembangan terbarunya, masdinsite telah melakukan wawancara tidak langsung terhadap beberapa media Internasional. Simak hasilnya berikut:
Apa yang mendasari inisiatif “Hari Membakar Satu Al-Quran Sedunia”?
Dasarnya jelas, yaitu serangan 11 September 2001 (yang diklaim dilakukan oleh teroris Islam) terhadap gedung kembar WTC di USA yang menewaskan banyak korban. Aksi pembakaran alquran ini sebagai protes terhadap serangan tersebut dan untuk mengenang para korban dalam serangan itu. (CNN)
Siapa yang mempelopori gagasan membakar al-Quran pada tanggal 11/9 ini?
The Dove World Outreach Center, sebuah sekte gereja di Gainesville, Florida, USA, yang dikepalai oleh Terry Jones. (CNN)
Apakah recana membakar alquran ini mewakili seluruh umat kristen, khususnya di USA?
Sama sekali tidak, bahkan semua organisasi-organisasi kristen terbesar juga mengecam rencana ini. (JG). Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) bersama Forum Lintas Agama juga mengutuk rencana ini. (SM). Bahkan jutaan warga Amerika Serikat sendiri menentang rencana pembakaran quran tersebut. (VIVA).
Lalu, bagaimana pemerintah Amerika Serikat merespons rencana pembakaran quran ini?
Pemerintah AS menentang rencana ini tetapi mereka tidak bisa melarangnya. Pemerintah AS hanya bisa campur tangan jika sekte tersebut melakukan tindak kekerasan. Tetapi ketika ditanya apakah pembakaran kitab suci termasuk kekerasan atau bukan, mereka menjawab tidak tahu. (TI)
Bagaimana respons dunia, dan umat Islam khususnya sampai sejauh ini?
Protes demi protes terus bergulir, bukan hanya dari umat Islam tetapi juga dari non-muslim. Berbagai organisasi besar telah melakukan pertemuan membahas masalah ini, dan di Amerika Serikat para pemimpin dari berbagai keyakinan agama telah diajak oleh muslim-muslim di Amerika untuk membantu meningkatkan keamanan dan diplomasi menjelang peringatan 11 September (WNHN).
Dengan banyaknya protes yang mengalir, apakah Terry Jones dan jajarannya akan tetap melakukan aksi ini?
Kemungkinan besar, karena sampai sejauh ini Terry Jones tetap mempertahankan keputusan gerejanya untuk membakar kitab-kitab alquran pada tanggal 11 September nanti. Bahkan dia mengatakan para pendukungnya telah mengirimkan al-quran untuk dibakar. Selain itu juga, telah ada pernyataan dari pemerintah AS bahwa mereka tidak bisa melarang aksi tersebut. (CNN, WNHN)
Dampak apa yang akan ditimbulkan jika rencana ini benar-benar terealisasi?
Sebagian umat Muslim di AS sangat mengkhawatirkan hal ini akan menyulut sentimen-sentimen anti-Muslim di AS, khususnya berkaitan dengan kemarahan terhadap usulan pendirian Islami Center di dekat Ground Zero di Lower Manhattan dan protes terhadap proyek-proyek pembangunan Masjid, bahkan kekhawatiran tentang adanya serangan terhadap orang Muslim disana (CNN, NHR)
Adapun bagi umat Islam di seluruh dunia, kita bisa belajar dari peristiwa-peristiwa serupa di masa lalu.
Lima tahun silam, sebuah laporan Newsweek menimbulkan kegoncangan ketika disebutkan bahwa para interogator Amerika di Guantanamo Bay telah melecehkan alquran. Kejadian ini spontan menimbulkan amukan anti-Amerika di Afghanistan dan Pakistan.
Pada tahun yang sama, salah satu surat kabar Denmark yang memuat kartun Muhammad (SAW) juga menyulut protes keras di beberapa negara Muslim. (NHR)
Jika rencana pembakaran quran ini sampai terlaksana, bukan tidak mungkin dampaknya akan lebih buruk bahkan bisa memicu perang. (DETIK)
Lalu, bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi hal ini?
Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizqi meminta kepada umat Islam di Indonesia agar tidak mudah terprovokasi karena ini masih sebatas rencana. Dia yakin umat muslim tidak akan membalas dengan melakukan tindakan yang sama. (DETIK).
Jadi kesimpulannya apa?
Masih tersisa 4 hari sebelum peringatan 11 September. Masih ada kemungkinan The Dove World Outreach Center membatalkan rencananya itu mengingat derasnya aliran protes dari seluruh penjuru dunia. Tetapi akankah rencana ini terlaksana atau tidak kita nantikan saja tanggal 11 September nanti.


Comments
Leave a comment Trackback